Langsung ke isi
Harga BBM Hari Ini

Tarif Ojol per Km 2026: Zona I, II dan III

Berlaku sejak 7 September 2022 Diperiksa 7 Oktober 2026

Tarif ojol (ojek online sepeda motor) menurut Kementerian Perhubungan: Rp2.000–Rp2.500 per km di Zona I, Rp2.550–Rp2.800 di Zona II (Jabodetabek) dan Rp2.300–Rp2.750 di Zona III, berlaku sejak 7 September 2022.

Tarif ojol per km di tiga zona

Biaya jasa ojek online per zona menurut KP 667/2022
ZonaWilayahBatas bawah per kmBatas atas per kmBiaya minimal, 4 km pertama
Zona ISumatera dan sekitarnya; Jawa dan sekitarnya selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi; BaliRp2.000Rp2.500Rp8.000–Rp10.000
Zona IIJakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan BekasiRp2.550Rp2.800Rp10.200–Rp11.200
Zona IIIKalimantan dan sekitarnya; Sulawesi dan sekitarnya; Kepulauan Nusa Tenggara dan sekitarnya; Kepulauan Maluku dan sekitarnya; Papua dan sekitarnyaRp2.300Rp2.750Rp9.200–Rp11.000

Sumber: Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 667 Tahun 2022 (Lampiran II), JDIH Kementerian Perhubungan, diperiksa 7 Oktober 2026 resmi. Diubah dengan KP 1001/2022, yang hanya mengatur biaya sewa aplikasi dan biaya penunjang. Situs ini bukan situs resmi Kementerian Perhubungan.

Kota dan zonanya

Keputusan menetapkan zona menurut pulau dan wilayah, bukan menurut kota. Tabel ini menerapkannya pada kota-kota terbesar tiap wilayah.

Zona tarif ojol per kota
KotaWilayahZona
Banda AcehAcehZona I
LhokseumaweAcehZona I
LangsaAcehZona I
SubulussalamAcehZona I
SabangSabangZona I
MedanSumatera UtaraZona I
BinjaiSumatera UtaraZona I
PematangsiantarSumatera UtaraZona I
PadangsidimpuanSumatera UtaraZona I
TanjungbalaiSumatera UtaraZona I
PadangSumatera BaratZona I
PayakumbuhSumatera BaratZona I
BukittinggiSumatera BaratZona I
PariamanSumatera BaratZona I
SolokSumatera BaratZona I
PekanbaruRiauZona I
DumaiRiauZona I
TanjungpinangKepulauan RiauZona I
BatamBatamZona I
JambiJambiZona I
BengkuluBengkuluZona I
PalembangSumatera SelatanZona I
Lubuk LinggauSumatera SelatanZona I
PrabumulihSumatera SelatanZona I
Pagar AlamSumatera SelatanZona I
PangkalpinangBangka-BelitungZona I
Bandar LampungLampungZona I
MetroLampungZona I
JakartaDKI JakartaZona II
TangerangBantenZona II
Tangerang SelatanBantenZona II*
SerangBantenZona I
CilegonBantenZona I
BandungJawa BaratZona I
BekasiJawa BaratZona II
DepokJawa BaratZona II
BogorJawa BaratZona II
TasikmalayaJawa BaratZona I
SemarangJawa TengahZona I
SurakartaJawa TengahZona I
PekalonganJawa TengahZona I
TegalJawa TengahZona I
SalatigaJawa TengahZona I
YogyakartaDI YogyakartaZona I
SurabayaJawa TimurZona I
MalangJawa TimurZona I
KediriJawa TimurZona I
ProbolinggoJawa TimurZona I
BatuJawa TimurZona I
DenpasarBaliZona I
MataramNusa Tenggara BaratZona III
BimaNusa Tenggara BaratZona III
KupangNusa Tenggara TimurZona III
PontianakKalimantan BaratZona III
SingkawangKalimantan BaratZona III
Palangka RayaKalimantan TengahZona III
BanjarmasinKalimantan SelatanZona III
BanjarbaruKalimantan SelatanZona III
SamarindaKalimantan TimurZona III
BalikpapanKalimantan TimurZona III
BontangKalimantan TimurZona III
TarakanKalimantan UtaraZona III
ManadoSulawesi UtaraZona III
BitungSulawesi UtaraZona III
KotamobaguSulawesi UtaraZona III
TomohonSulawesi UtaraZona III
GorontaloGorontaloZona III
PaluSulawesi TengahZona III
KendariSulawesi TenggaraZona III
BaubauSulawesi TenggaraZona III
MakassarSulawesi SelatanZona III
PalopoSulawesi SelatanZona III
ParepareSulawesi SelatanZona III
seluruh wilayahSulawesi BaratZona III
AmbonMalukuZona III
TualMalukuZona III
TernateMaluku UtaraZona III
Tidore KepulauanMaluku UtaraZona III
JayapuraPapuaZona III
seluruh wilayahPapua BaratZona III
seluruh wilayahPapua SelatanZona III
seluruh wilayahPapua PegununganZona III
seluruh wilayahPapua TengahZona III
SorongPapua Barat DayaZona III

* Keputusan menyebut “Tangerang” tanpa membedakan kota dan kabupaten. Tangerang Selatan dimekarkan dari Kabupaten Tangerang pada 2008, jadi di sini dimasukkan ke Zona II.

Sumber: Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 667 Tahun 2022 (Lampiran II), JDIH Kementerian Perhubungan, diperiksa 7 Oktober 2026 resmi. Diubah dengan KP 1001/2022, yang hanya mengatur biaya sewa aplikasi dan biaya penunjang. Situs ini bukan situs resmi Kementerian Perhubungan.

Apa yang diatur

KP 667/2022 mengatur tiga besaran: biaya jasa batas bawah dan batas atas per kilometer, serta biaya jasa minimal yang dibayar penumpang untuk 4 kilometer pertama. Diktum KETIGA menyebut besaran itu “biaya jasa yang sudah mendapat potongan biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi”.

Yang tidak diatur di sini: harga yang tampil di aplikasi pada perjalanan tertentu, dan tarif taksi online (mobil) — KP 667/2022 hanya mengatur sepeda motor.

Menurut JDIH Kementerian Perhubungan per 7 Oktober 2026, KP 667/2022 berstatus berlaku dengan satu perubahan, KP 1001/2022.